Fakta Anak Pertama Sang Pahlawan Setelah Orang Tua
Fakta Anak Pertama Sang Pahlawan Setelah Orang Tua

Fakta Anak Pertama


Tentu saja setiap manusia memiliki jalan hidup masing - masing yang telah ditentukan oleh Tuhan bahkan semenjak manusia itu belum dilahirkan Tuhan sudah mulai merencanakanya, beberapa anak beruntung dilahirkan di tengah - tengah keluarga yang cukup materi, sisanya beruntung diberikan hati & tulang yang kuat untuk bisa berusaha sendiri.


Menjadi anak pertama memang tidak seenak yang diceritakan oleh sebagian orang. Ketika dilahirkan anak pertama telah menanggung cita - cita dan harapan pertama bagi kedua orang tua nya, ketika sang adik-adiknya dilahirkan, anak pertama mau tidak mau suka tidak suka harus mengemban tugas tanggung jawab terhadap setiap adiknya. Oleh karena itu anak pertama mungkin bisa diistilahkan sebagai pahlawan setelah orang tua.

Berikut ini adalah sebuah Literasi singkat karya Juang Renjana.

Pahlawan Setelah Orang Tua

"Kenapa tidak kuliah seperti yang lain?"

Sejenak pria itu menghela napas kemudian tersenyum dan berkata,

"Waktunya masih belum tepat, tahun ini bertepatan saat adik-adik saya masuk SMA, jadi saya harus mengurungkan niat itu dan bekerja meringankan beban orang tua untuk membiayai adik-adik sekolah"


Hidup menjadi anak pertama pasti tidak akan jauh dari yang namanya tanggung jawab.
Takdir seolah mendidik mereka untuk tidak egois terhadap dirinya sendiri.
Karena mereka membawa harapan besar dari orang tua dan adik-adiknya pada setiap arah langkah yang mereka ambil.

Mungkin hal tersebut tidak akan terlintas dalam benak kalian, karena kalian berpikir dalam sudut pandang yang berbeda, semisal :

"Anak pertama jika memiliki keluarga yang cukup kaya mereka hanya perlu meneruskan usaha tersebut, hidup dikelilingi warisan dan peninggalan, instan sekali, bukan?"

Iya, memang, ada yang seperti itu.
Tapi bukankah jika kita tidak bisa meneruskan tanggung jawab sebaik orang tua terdahulu akan menjadi beban tersendiri?

Ah, terlalu banyak kata "jika" akan menimbulkan banyak peluang untuk berandai, padahal manusia tidak bisa memilih takdirnya sendiri.
Pembahasan ini bukan untuk menumbuhkan imaji, namun untuk memberikan fakta terburuk agar kita bisa saling berbagi.

Terkadang, tanggung jawab memangkas keinginan mereka demi orang tercinta.

Pernahkah kalian berpikir?
Berapa banyak anak sulung yang mengurungkan niatnya untuk kuliah dan lebih memilih untuk bekerja karena mereka sadar kehidupan semakin sulit, adik-adik mereka semakin tumbuh dewasa.

Kalian tidak bisa mengukur perjuangan mereka dalam mengupayakan apa yang selama ini ingin mereka capai, karena sebagian besar keinginan itu bukan hanya untuk diri mereka sendiri.

Itulah yang membuat mereka tidak terlalu berlebihan dalam hal pengeluaran.
Hidup seadanya dan secukupnya, yang terpenting ada yang disisihkan untuk keluarga.

Mereka juga berpacu dengan waktu dalam mencapai titik keberhasilan.
Dimana orang tua mulai mendekati masa renta, sementara mereka seolah dituntut untuk memberikan naungan terbaik dan kehidupan yang layak untuk keduanya.

Hal itulah yang membuat mereka tidak terlalu mementingkan ingar-bingar kehidupan remaja atau bahkan asmara, karena mereka telah terdidik menjadi pemimpin yang alami sejak dini.

Sekian dari saya, doa terbaik untuk kalian yang tengah mengemban tanggung jawab sebagai anak pertama.
Semoga keberhasilan menebus segala apa yang kalian perjuangkan selama ini.

Sekian..
Show comments
Hide comments

0 Response to "Fakta Anak Pertama Sang Pahlawan Setelah Orang Tua"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara ramah dan bijak.. ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel